Jumat, 22 Februari 2013

Dimana Allah ???


Masya Allah… ada tulisan ‘Allah’ dilaut saat terjadi tsunami. Awan putih dilangit juga membentuk lafadz Allah. Api dibocoran pipa lapindo juga membentuk lafadz Allah. Irisan dahan pohon terbentuk lafadz Allah. Belahan buah terukir lafadz Allah.

***

Kemunculan tampilan yang dilihat sebagai lafz al-jalalah ‘Allah’ di berbagai tempat. Apakah semua itu keajaiban? Mungkin ya, tetapi mungkin juga hanya sangkaan semata, bahkan terkadang agak memaksakan. Pertanyaan yang lebih penting adalah, ‘mengapa hanya dengan kemunculan benda-benda seperti itu baru dapat merasakan adanya Allah’? mengapa tanda-tanda atau ayat Allah itu hanya mampu dikesan apabila ia muncul sedemikian rupa? yang sebagian mungkin hanya sangkaan semata? Mengapa tidak mampu “melihat (keberadaan) Allah” pada hari-hari biasa? mengapa menanti yang luar biasa baru hati tergerak percaya dan peduli kepada-Nya?

“Dan (ingatlah) ketika kamu berkata : ‘Wahai Musa ! kami tidak beriman kepadamu sehingga kami dapat melihat Allah dengan terang (dengan mata kepala kami)’. Maka karena itu kamu disambar petir, sedang kamu semua memlihatnya”. [Qs. Al-Baqaroh : 55]

Apakah umat telah dijangkiti penyakit yang sama sebagaimana penyakit yang menimpa Bani Israel? yang tidak mampu mendatangkan percaya kecuali dengan garapan panca indra? hilang kepekaan untuk melihat apa yang diluar upaya mata. Hanya mempercayai Allah jika musa memperlihatkan-NYA, sebagaimana mereka melihat patung anak lembu sebagai tuhan ?

Apakah serendah itu nilai iman, hingga hanya mampu percaya selepas melihat dan menyaksikan? lupakah kita kepada segala benda biasa yang luar biasa ini? lihatlah kepada dirimu sendiri… tidakkah kamu melihat Allah? “Dan pada dirimu itu, mengapakah kamu tidak memperhatikan tanda-tanda dan bukti kebesaran-NYA?” [Qs. Adz-Dzariyat : 21]

Lihatlah dengan mata hati, jari jemari yang berjumlah sepuluh ditangan. Ia jemari biasa yang luar biasa. Panjang pendeknya menampakkan kesempurnaan penciptaan-NYA, lihat pada tubuhmu dan badan, jantung, mata, kulit…. Semua telihat biasa saja tapi sebenarnya luar biasa. Merenungi langit, melihat bulan dan bintang, memperhatikan pergantian siang dan malam… segala kejadian yang biasa-biasa tapi sebenarnya luar biasa. Semuanya luar biasa. Lupakah semua pada seruan-NYA daln firman-NYA : “Sesungguhnya pada pergantian siang dan malam, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-oranag yang berakal ; (yaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingat Allah waktu mereka berdiri dan duduk dam ketika mereka berbaring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata) : ‘wahai Tuhan kami ! tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azdab neraka’. [Qs. Ali Imran : 190].

Semoga Allah menyelamatkan kita dari sebutan-NYA : “sebenarnya bukan mata kepala yang buta, tetapi yang buta itu adalah mata hati yang ada dalam dada” [Qs. Al-Hajj : 46]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar